Aneka Kue Lebaran di Pasar Atjeh
![]() |
| Foto: Ahmad Ariska |
Begitu mendekati pintu gerbang Pasar Atjeh yang bersebelahan pagar dengan Masjid Raya Baiturrahman, di sudut gapura, langsung terlihat penjaja kue lebaran berbagi lapak dengan pedagang peci, topi dan aneka aksesoris lainnya.
Lapak pedagang kue musiman seperti ini terus kita temui hingga di penghujung jalan dan dalam gang-gang Pasar Atjeh. Termasuk di pinggir-pinggir Jalan Diponogoro dan KH Ahmad Dahlan. Aneka kue berjejer rapi di atas meja, sebagian digantung pada sebatang tiang kayu. Bentuk dan warnanya beragam dan unik-unik, sehingga cukup mengugah selera.
Penjaja kue tumbuh subur menyusul tingginya permintaan untuk lebaran. Dengan sikap ramah terhadap pembeli, mereka menawarkan beragam jenis kue kering baik tradisional maupun modern yang kualitasnya tak kalah dari kue-kue dijual di super market atau mall. Harganya terjangkau, mulai dari Rp 25 ribu sampai 40 ribu perkilogram atau perkemasan.
Kue khas Aceh seperti kue bhoi, kue seupet, bada reuteuk, sagon, kacang tojin, kue bawang, kue halia, halua serta kacang-kacangan tetap diburu pembeli. Meski harus bersaing dengan penganan modern seperti nastar, kue keju, lontong paris, bola-bola coklat, pottato yang juga banyak disukai.
![]() |
| Foto: Ahmad Ariska |
Kue-kue yang dijual itu, lanjut Adi, adalah buatan industri rumah tangga di Banda Aceh dan Aceh Besar, sebagian didatangkan dari luar Aceh. Adi menjamin kalau kue buatan lokal tanpa pengawet namun tetap bisa bertahan lama serta mutunya tak kalah dengan penganan modern.
Menurutnya permintaan kue lebaran terus meningkat seiring dengan kian dekatnya lebaran. “Biasanya dua atau tiga hari lagi jelang lebaran permintaannya akan semakin banyak. Kalau sekarang sudah mulai sedkit-sedikit (peningkatan) tapi masih normal,” ujarnya.
Nah, jika Anda ingin menikmati aneka rasa kue-kue khas lebaran, silakan datang ke Pasar Atjeh. Lapak-lapak itu buka mulai pagi hingga jelang tengah malam.
Sumber: bandaacehtourism.com


